Friday, October 13, 2006

Esplanadi (1)

oh, itukah Frank Sinatra yang suaranya menimang cuaca 13 derajad
dalam cangkir kahvi seharga 1 euro, sedang sore undur diri
diam-diam? Pada cakar albatros yang hinggap di tepi meja, para
pria gaek meminang-minang kenangan sebiru laut baltik.

kuserahkan peristiwa pada catatan, mendengarmu berbual tanpa
kumengerti. Tetapi bukankah vart land tegak di sana tidak untuk
menyantuni masa silammu?

Lihatlah orang-orang rusia yang membakar sore di seberang
trotoar, dibawah fasade gedung tua galleria--tanpa vodka tanpa ide
sama rata-sama rasa. Tetapi suara gusar menuding mereka mensyahwati
lampu-lampu merah Helsinki. Atau barangkali engkau enggan mengingat
perempuan Estonia yang meminta api rokok di kegelapan dermaga marina?

Kenangan lempar jangkar. Orang-orang mengudap matahari sore di
rerumputan. Aku teringat sebuah negeri yang selalu bergegas, tercakar
terik matahari di tepi peta, dan gagal menimang cuaca sepanjang musim.

Albatros melayang dari meja, meninggalkan catatan tergenang
tumpahan kahvi seharga 1 euro. Suara Frank Sinatra tiba-tiba
kudengar melipir sumbang.

Helsinki, 140905

0 Comments:

Post a Comment

<< Home